Kamis, 11 Desember 2014

Tipe-tipe Diagram UML

Tipe-Tipe Diagram dalam UML

1. Use Case Diagram

Use case diagram digunakan untuk membantu menentukan fungsionalitas dan fitur – fitur perangkat lunak dari sudut pandang pengguna.

Akan tetapi secara umum, tujuan dibuatnya diagram use case yaitu untuk :

  • Memutuskan dan mendeskripsikan kebutuhan – kebutuhan fungsional sistem
  • Memberikan deskripsi jelas dari apa yang seharusnya dilakukan sistem
  • Menyediakan basis untuk melakukan pengujian pada system.
  • Menyediakan kemampuan untuk dapat melacak kebutuhan fungsionalitas menjadi kelas – kelas dan operasi – operasi actual pada system.
Komponen - Komponen
Pada penggambaran model ini, tedapat beberapa komponen diantaranya sebagai berikut:
1. Actor
Aktor merepresentasikan pengguna sistem, dapat berupa manusia atau system lain yang berhubungan dengan sistem yang sedang dibangun. Aktor juga dapat disebut sesuatu atau seseorang yang berinteraksi dengan sistem. Maksud dari berinteraksi yaitu, aktor mengirim atau menerima pesan ke atau dari system, dan juga bertukar informasi dengan system.
2. Use case
Use case merepresentasikan spesifik penggunaan sistem
oleh aktor. Use case menspesifikasikan perilaku sistem atau bagian
sistem dan deskripsi sekumpulan aksi termasuk varian – varian yang
dilakukan sistem untuk menghasilkan nilai atau informasi.
Ciri - Ciri

  • Pola perilaku yang harus dipenuhi sistem
  • Sekuen transaksi terhubung yang dilakukan aktor dan sistem
  • Memberikan sesuatu yang berharga bagi aktor
Kegunaan

  • Memodelkan konteks sistem
  • Memodelkan kebutuhan sistem
  • Berkomunikasi dengan pemakai akhir dan pakar domain masalah
  • Pengujian sistem
3. Relasi
Relasi
Relasi merepresentasikan hubungan yang terjadi antara actor dengan actor, use
case dengan use case, atau actor dengan use case
Jenis Relasi
• Asosiasi
Asosiasi biasanya digunakan untuk menggambarkan hubungan yang
terjadi antara Aktor dengan use case atau Use case dengan use case. terdapat
2 (dua) tipe relasi asosiasi yaitu:
- Include, menggambarkan relasi dimana use case tersebut merupakan
bagian dari use case yang lain.
- Extend, menggambarkan relasi dimana use case tersebut merupakan
pengembangan atau perluasan dari use case yang lain
• Generalisasi
Generalisasi biasanya digunakan untuk mengambarkan hubungan yang
terjadi antara:
- Aktor dengan Aktor

Contoh Diagram Use Case:
Use Case Diagram













Kesimpulan:
Use case diagram membantu kita untuk mendeskripsikan actor ke sistem. Actor dapat disebut sebagai actor karena actor dapat memberi dan menghasilkan ke sistem. Dan actor bukan human saja, tetapi bisa benda atau pun yang lainnya.

2. Class Diagram

Fungsi Class Diagram:

  • Digunakan untuk menggambarkan struktur dan perilaku dalam use case
  • Memberikan model konseptual dari sistem dalam hal entitas dan hubungan mereka
  • Digunakan untuk kebutuhan capture, interaksi pengguna akhir
  • Detil diagram kelas yang digunakan untuk pengembang.

Setiap kelas diwakili oleh persegi panjang dibagi menjadi tiga kompartemen
  • nama
  • atribut
  • operasi








Pengubah digunakan untuk menunjukkan visibilitas atribut dan operasi.
  • '+' Digunakan untuk menunjukkan visibilitas Umum (orang)
  • '#' Digunakan untuk menunjukkan visibilitas Lindung (teman-teman dan diturunkan)
  • '-' Digunakan untuk menunjukkan visibilitas Swasta (tidak ada)

Contoh Class Diagram:
From UML Distilled Third Edition















Kesimpulan:
Dapat disebut sebagai class diagram karena atribut yang terdapat dalam class diagram tersebut membedakan atribut class diagram lainnya.

3. Activity Diagram

Fungsi serta peran diagram aktivitas diantaranya :

  • Pandangan dalam yang dilakukan di operasi
  • Pandangan dalam bagaimana objek – objek bekerja
  • Pandangan dalam di aksi – aksi dan pengaruhnya pada objek – objek
  • Pandangan dalam dari suatu use – case
  • Menggambarkan alur kegiatan secara berurutan
  • Menggambarkan logik dari proses bisnis


Penggunaan utama model aktivitas adalah :

  • Memodelkan workflow
  • Memodelkan operasi

Simbol dalam activity diagram:



















Contoh Activity Diagram:

Aktivitas diagram Peminjaman Buku




















Kesimpulan:
Diagram aktivitas adalah diagram yang menggambarkan workflow (aliran kerja) atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis. Diagram aktivitas menggambarkan aktivitas sistem bukan apa
yang dilakukan oleh aktor.

4. Sequence Diagram

Fungsi serta peran diagram sekuen diantaranya :

  • Overview perilaku sistem,
  • Menunjukkan objek – objek yang diperlukan,
  • Mendokumentasikan skenario dari suatu diagram use case
  • Memeriksa jalur – jalur pengaksesan


Tujuan diagram sekuen adalah sebagai berikut :

  • Merupakan diagram yang paling cocok untuk mengembangkan model deskripsi use-case menjadi spesifikasi design.
  • Analisa dan desain, memfokuskan pada identifikasi method didalam sebuah sistem.
Simbol dalam Sequence Diagram:







Contoh Sequence Diagram:

Kesimpulan:

Sequence Diagram adalah diagram yang menggambarkan interaksi objek dan mengindikasikan (memberi petunjuk atau tanda) komunikasi diantara objek-objek tersebut.
Sequence diagram digunakan untuk menggambarkan perilaku pada sebuah scenario dan mendeskripsikan bagaimana entitas dalam system berinteraksi, termasuk pesan yang
digunakan saat interaksi. Semua pesan dideskripsikan dalam urutan pada eksekusi. Sequence diagram berhubungan erat dengan Use Case diagram, dimana 1 Use Case akan menjadi 1 Sequence Diagram.

5. Collaboration Diagram

Kegunaan dari diagram ini diataranya yaitu :
  • Pandangan dalam dari perilaku sistem, berfokus pada link – link di antara objek – objek.
  • Ilustrasi dari suatu diagram use – case
  • Menyatakan objek – objek yang diperlukan untuk merealisasikan suatu layanan
  • Memeriksa jalur – jalur pengaksesan
Diagram Kolaborasi Adalah Diagram Interaksi
Diagram kolaborasi menekankan pada objek yang saling berinteraksi. Diagram
sekuen dan kolaborasi sama – sama menunjukkan interaksi (aspek dinamis). Diagram
sekuen fokus pada waktu sementara diagram kolaborasi fokus pada ruang. Sebagaimana
diagram sekuen, diagram kolaborasi juga dapat digunakan untuk mengilustrasikan eksekusi
satu operasi, use – case atau skenario interaksi di sistem.
berikut ini adalah langkah - langkah untuk membuat diagram kolaborasi:
  • Lebih dulu tempatkan objek – objek yang berpartisipasi di interaksi sebagai simpul – simpul di graph.
  • Setelah itu, buat link yang menghubung objek – objek sebagai busur di graph.
  • Kemudian beri link ini dengan pesan yang dikirim dan diterima objek.

Simbol:


Contoh Diagram Kolaborasi:













Kesimpulan:
Diagram kolaborasi mendefinisikan peran – peran yang dimainkan ketika satu tugas dilakukan. Diagram kolaborasi menyatakan komunikasi di antara objek yang menunjukkan pesan yang ada, urutan pesan dan hubungan antar objek. Atau suatu diagram yang memperlihatkan / menampilkan interaksi yang terdapat disekitar objek ( seperti halnya sequence diagram ) dan hubungannya terhadap yang lainnya. Diagram kolaborasi atau collaboration diagram lebih menekankan kepada peran setiap objek dan tidak berfokus pada waktu penyampaian setiap pesan / message.

6. State Diagram

Digunakan untuk :
  • Pandangan untuk melakukan penjinjauan dari perilaku objek secara waktu
  • Pandangan yang berkaitan dengan rangsangan eksternal

Konsep utama dari statechart serupa dengan mesin finite-state, yaitu:
1. State
Abstarksi nilai – nilai atribut link dan objek. Himpunan suatu nilai dikelompokan bersama menjadi state berdasarkan properti – property yang mempengauhi perilaku objek. State mempunyai durasi, memerlukan interval waktu. State sering berasosiasi dengan aktifitas yang bekelanjutan.
2. Event (Kejadian)
Merepresentasikan rangsangan eksternal yang memicu transisi ( pesan, timeout, signal ). Kejadian tidak memiliki durasi, suatu kejadian dapat secara logic mendahului atau mengikuti kejadian lain. Atau bahkan dua kejadian tidak berhubungan sama sekali. Kejadian itu sendiri adalah transmisi informasi searah dari satu objek ke objek lain.
3. Transition (Transisi)
Merepresentasikan sebuah perubahan yang terjadi antar state yang disebabkan oleh sebuah event atau kejadian
4. Action
Merepresentasikan atau menggambarkan aksi yang dilakukan tiap – tiap state yang ada.


Simbol:




Contoh State Diagram:



Kesimpulan:
State chart diagram menunjukan atau menggambarkan transisi dan perubahan keadaan dari satu state ke state lainnya. Selain itu, state chart menggambakan mesin state. Diagram ini merupakan perluasan dari diagram state. Satu diagram state dibuat untuk satu kelas objek dimana perilaku dinamisnya pentik dan menunjukan pola aktivitas. Masing – masing state ini berjalan secara bersamaan dan dapat mengubah state secara bebas.

Sumber:
Dari Modul Praktikum Rekayasa Perangkat Lunak dan PPT UML Concepts.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar